Bismillah untuk pagi ini. Kuatkan hamba ya Rabb untuk menyongsong pagi ini, dan bberapa hari-hari kedepan yang cukup berat bagiku. Bismillah. Semoga kuat! Allahu AKBAR!!!
Reminder
Wajahku sujud kepada Allah yang menciptakannya
Dan yang membuka pendengaran dan penglihatannya
Dengan daya dan kekuatan dari-Nya
Maka Maha Suci Allah
Sebaik-baik pencipta
(Tilawah Sajadah)
Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, QS. al-Insyiqaq (84) : 16
sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan) QS. al-Insyiqaq (84) : 19
Tuesday, May 29, 2012
Monday, May 28, 2012
Ketika Lalai "Al-Haqqah"
Posted by
evimarlina_bintangfajar
Alhamdulillah, semalam bisa bangun malam. Tepat pukul 02.00 dini hari. Terimakasih ya Allah, telah berkenan memperkenankan permohonan hamba agar bisa bangun malam. Aku juga bisa merampungkan agenda menggarap pembuatan soal ujian untuk anak-anak di homeschooling untuk usia SD. Alhamdulillah satu persatu mulai rampung, tinggal usia SMA dan SD kelas 1. Meski harus bekerja lebih banyak, dan tentunya sedikit lebih banyak mengurangi jatah tidurku. Tidak apa-apa, semoga ini menjadi bagian catatan yang baik di sisi_Nya. Ya Rabb, semoga tidak ada yang terbuang sia-sia dengan semua ini.
Pagi ini, aku mulai beranjak meski dengan tertatih-tatih menuju surat Al-Haqqah. Bulu kudukku merinding dan mataku sembab, hatiku bergetar-getar membaca surat ini ya Allah. Sangat menakutkan. Mengingat semua kelalaian dan keteledoranku yang menggunung. "dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan." (Al-haqqah: 14). Ya Allah, ini janji-Mu akan tibanya sebuah masa yang MENAKUTKAN sepanjang abad. INI SUNGGUH JANJI-MU. ya Rabb, aku sungguh takut teringat semua janji-janjiku yang belum kutepati, hutang-hutangku pada rekan, sahabat, juga pada-Mu yang belum aku selesaikan. "Sesungguhnya aku yaki, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku." (Al-Haqqah: 20)
Sunday, May 27, 2012
Kepengen Jambu BOL
Posted by
evimarlina_bintangfajar
Labels:
My Daily Notes
Hari ini masih shaum. Tadi pagi rampung nguji arek-arek mahasiswa pukul 10.00. Langsung ke gallery. Renananya pingin langsung pulang ke wisma. Tapi berhubung nanti ngisi acara workshop LDK di kampus IAIN, jadi bertahan di gallery. Blogging sebentar, dan cek email. Terus kebayang pingin makan jambu bol. Kayaknya enak dan seger. Gusti...nyam..nyam...enak sekali kayaknya. Husss, lagi shaum kok bayangin makanan. Hheee.
Ingat Jambu BOL. Ingat masa kecil. Dikejar2 alm. Narti yang maaf (baca. tidak waras). Waktu itu lagi ngambil jambu bol di ladang sama puji dan eni, eh ada Narti. Di kejar2 sambil bawak celurit. Kaboooooooooooorrrr. Hheee...lucuunya. Jadi ngikik sendiri.
Saturday, May 26, 2012
Sebuah Penyemangat "ProYoK BesAr"
Posted by
evimarlina_bintangfajar
Labels:
My Daily Notes
Menghafal al-Qur'an adalah proyek ibadah yang tidak mengenal bahasa kegagalan.
Takut gagal dan tidak berhasil saat ini sudah menjadi rintangan dan sekat yang menghalangi antara seseorang dan angan-angannya. Dan bisa jadi semua akhir dari semua proyek manusia adalah benturan keras yang terjadi karena sekat kegagalan dan ketidakmampuan untuk melanjutkan sebuah pekerjaan. Akan tetapi proyek menghafal al-Qur'an tidak akan pernah mengenal yang namanya pemikiran tersebut. Ketika seorang pemuda memulai pekerjaan menghafal al-Qur'an ini, kemudian berhenti dan melemah tekadnya sebelumnya selesai menghafal, apakah bisa dikatakan ia telah gagal sesungguhnya, misalnya saja ia telah menghafal beberapa juz?! Tentu saja usahanya tidak sia-sia dalam sekejap. Hanya saja hafalannya itu hilang sejenak. Seluruh waktu yang pernah ia kerahkan untuk membaca dan menghafal yang membuatnya mengorbankan segala kenikmatan dunia tentu saja adalah bagian dari ketaatan kepada Allah swt. Bisa dibayangkan, berapa surat dan berapa ayat yang pernah ia ulang-ulang?! Sementara setiap huruf akan dibalas dengan sepuluh kali lipat oleh Allah swt.
sumber : http://www.lintassahabatalquran.com
Nasihat Diri # 1 "Etika para Penghafal Al Quran"
Posted by
evimarlina_bintangfajar
Labels:
My Daily Notes
Tulisan ini aku peroleh dari sebuah blog. Tidak ada niat apa pun selain sebagai nasihat dan pengingat diri saya sendiri, sebagai sebuah bagian proses dalam belajar...
Para penghafal Al Quran benar-benar menjadi keluarga Al Quran, seperti sabda Rasulullah SAW: Allah
mempunyai keluarga dari kalangan manusia. Beliau ditanya: siapa mereka
wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Ahli Al Quran, mereka adalah keluarga
Allah Saw dan orang-orang dekat-Nya. Hadits diriwayatkan oleh Ahmad, An Nasai, Ibnu Majah dan al Hakim.
1. Selalu Bersama Al Quran
Penghafal Al Quran harus menjadikan Al Quran sebagai temannya dalam
kesendiriannya, serta penghiburnya dalam kegelisahannya, sehingga ia
tidak berkurang dari hafalannya. Qasim bin Abdurrahman berkata: Aku
bertanya kepada sebagian kaum sufi: tidak ada seorangpun yang menjadi
teman kesepianmu di sini? Ia mengulurkan tangannya ke mushaf, dan
meletakkannya di atas batu dan berkata: inilah teman kesepianku!
Dari Ibnu Umar r.a.: bahwa Rasulullah SAW bersabda: Perumpamaan
orang yang hafal Al Quran adalah seperti pemilik unta yang terikat,
jika ia terus menjaganya maka ia dapat terus memegangnya, dan jika ia
lepaskan maka ia akan segera hilang. Hadits diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Dan Muslim menambahkan dalam riwayatnya: Jika
ia menjaganya, dan membacanya pada malam dan siang hari, maka ia dapat
terus mengingatnya, sedangkan jika tidak, maka ia akan melupakannya.
Dari Abdullah bin Mas`ud r.a. ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Amat
buruk orang yang berkata: Aku telah melupakan hafalan ayat ini dan ayat
itu, namun sebenarnya ia dilupakan. Terus ulang-ulanglah hafalan Al
Quran, karena ia lebih cepat pergi dari dada manusia, dari perginya unta
dari ikatannya. Hadits riwayat Bukhari-Muslim
2. Berakhlaq dengan Akhlaq Al Quran
Seperti Nabi Muhammad Saw. Aisyah r.a. pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah SAW, ia menjawab: Akhlak Nabi Saw adalah Al Quran. Hadits riwayat Muslim.
Penghafal Al Quran harus menjadi kaca yang padanya orang dapat melihat
aqidah Al Quran, nilai-nilainya, etika-etikanya, dan akhlaknya, dan agar
ia membaca Al Quran dan ayat-ayat itu sesuai dengan perilakunya.
Ia berkata: Seorang penghafal Al Quran harus tidak butuh kepada
orang lain, tidak kepada para khalifah, dan tidak pula kepada orang yang
lebih rendah kedudukannya. Sebaliknya, ia harus menjadi tumpuan
kebutuhan orang.
Mu`adz bin Jabal berkata: Pelajarilah apa yang kalian hendaki untuk
diketahui, namun Allah SWT tidak akan memberikan pahala kepada kalian
hingga kalian beramal.
Ibnu Mas`ud r.a. berkata: Penghafal Al Quran harus dikenal dengan
malamnya saat manusia tidur, dan dengan siangnya saat manusia sedang
tertawa, dengan diamnya saat manusia berbicara, dan dengan khusyu`nya
saat manusia gelisah. Penghafal Al Quran harus tenang dan lembut, tidak
keras, tidak sombong, tidak bersuara kasar atau berisik dan tidak cepat
marah.
Seorang zahid yang terkenal, Fudhail bin `Iyadh, berkata: Pembawa
(penghafal) Al Quran adalah pembawa bendera Islam, maka ia tidak boleh
bermain-main bersama orang-orang yang senang bermain, tidak lupa diri
bersama orang yang lupa diri dan tidak bercanda bersama orang yang
bercanda, sebagai bentuk penghormatan terhadap hak Al Quran.
3. Ikhlash dalam Mempelajari Al Quran
Para pengkaji dan penghafal Al Quran harus mengikhlaskan niatnya, dan
mencari keridhaan Allah SWT semata, dan semata untuk Allah SWT dalam
mempelajari dan mengajarkan Al Quran itu, tidak bersikap pamer di
hadapan manusia, juga tidak untuk mencari dunia.
Muslim meriwayatkan dari Abi Hurairah r.a. ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Orang
yang pertama kali disidangkan pada hari Kiamat ada seorang yang dinilai
mati syahid. Orang itu dihadirkan, kemudian kepadanya dibeberkan
ni`mat-ni`mat Allah yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakui hal
itu. kemudian Allah SWT bertanya: Apa yang engkau lakukan sebagai rasa
syukur terhadap ni`mat-ni`mat itu? Ia menjawab: Aku berperang membela-Mu
hingga aku mati syahid. Allah SWT mengomentari: Engkau berdusta, karena
engkau berperang hanya untuk dikatakan sebagai si pemberani, dan itu
sudah dikatakan orang. Maka vonisnya kemudian diputuskan, dan ia diseret
dengan muka menghadap tanah, hingga ia dilemparkan ke neraka. Kemudian
seseorang yang telah mempelajari Al Quran, mengajarkannya dan membaca Al
Quran. Orang itu dihadirkan, kemudian kepadanya dibeberkan
ni`mat-ni`mat Allah yang telah diberikan kepadanya, dan ia mengakui hal
itu. kemudian Allah SWT bertanya: Apa yang engkau lakukan sebagai rasa
syukur terhadap ni`mat-ni`mat itu? ia menjawab: Aku mempelajari Al
Quran, dan mengajarkannya kepada manusia, dan aku membaca Al Quran
demi-Mu. Allah SWT mengomentari jawabannya itu: Engkau berdusta, karena
engkau mempelajari Al Quran agar dikatakan orang sebagai orang alim, dan
engkau membaca Al Quran agar manusia mengatakan: dia seorang qari. Dan
itu sudah dikatakan orang. Maka vonisnya kemudian diputuskan, dan ia
diseret dengan muka menghadap tanah, hingga ia dilemparkan ke neraka.
Selanjutnya seseorang yang Allah SWT berikan keluasan harta, dan
kepadanya diberikan seluruh macam kekayaan. Orang itu dihadirkan,
kemudian kepadanya dibeberkan ni`mat-ni`mat Allah yang telah diberikan
kepadanya, dan ia mengakui hal itu. kemudian Allah SWT bertanya: Apa
yang engkau lakukan sebagai rasa syukur terhadap ni`mat-ni`mat itu? Ia
menjawab: Setiap aku mendapati jalan dan usaha kebaikan yang Engkau
senangi agar aku nafkahkan hartaku untuknya, aku segera menginfakkan
hartaku demi-Mu. Allah SWT mengomentari jawabannya itu: Engkau berdusta,
karena engkau melakukan itu semua agar dikatakan sebagai seorang
dermawan, dan itu telah dikatakan orang. Maka vonisnya kemudian
diputuskan, dan ia diseret dengan muka menghadap tanah, hingga ia
dilemparkan ke neraka.
At Tirmidzi meriwayatkan hadits ini: kemudian Rasulullah SAW menepuk lututku dan bersabda: Wahai Abu Hurairah, tiga orang itu adalah makhluk Allah SWT yang pertama yang dibakar oleh api neraka pada hari kiamat. Ibnu Abdil Barr berkata: hadits adalah bagi orang yang berniat dengan ilmu dan amalnya bukan karena Allah SWT.
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi bahwa beliau bersabda: Siapa
yang mencari ilmu bukan karena Allah atau ia bertujuan bukan untuk
Allah maka bersiap-siaplah ia menempati tempatnya di neraka.
Abu Daud dan Tirmizi meriwayatkan dari Abi Hurairah r.a. ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Siapa
yang mempelajari ilmu yang seharusnya semata untuk Allah, namun ia
mencarinya untuk mendapatkan dunia, maka ia tidak dapat mencium bau
surga pada hari Kiamat. Tirmizi berkata: hadits ini hasan.
Para penghafal Al Quran dan penuntut
ilmu harus bertakwa kepada Allah SWT dalam dirinya, dan mengikhlaskan
amalnya kepada-Nya. Sedangkan perbuatan dan niat buruk yang pernah
terjadi sebelumnya, maka hendaknya ia segera bertaubat dan kembali
kepada Allah SWT, untuk kemudian memulai dengan keikhlasan dalam
menuntut ilmu dan beramal.
`Alqamah meriwayatkan dari Abdullah bin Mas`ud ia berkata: Apa
yang akan kalian lakukan jika kalian mendapatkan fitnah yang membuat
anak kecil menjadi segera menjadi dewasa dan membuat orang tua menjadi
tua renta, dan itu dijadikan sunnah (tradisi) yang diikuti oleh manusia,
jika hal itu ia merubah sedikit saja hal itu, maka ada yang segera
mengatakan: Apakah engkau mau merubah sunnah? Seseorang bertanya: kapan
itu terjadi wahai Aba Abdirrahman? Ia menjawab: hal itu terjadi jika
para qurra (pembaca dan penghafal Al Quran) kalian banyak, namun sedikit
ulama sejati kalian, para pemimpin kalian banyak, namun sedikit mereka
yang jujur dan amanah, engkau mencari dunia dengan amal akhirat, dan
mempelajari agama bukan untuk tujuan agama. Al Munziri berkata dalam At Targhiib: diriwayatkan oleh Abdurrazaq secara mauquf.
Sumber : Yusuf Al-Qardhaqi dalam http://rinto.staff.ugm.ac.id/?p=21
***
Biola Perdanaku & Sebuah Nasihat "Jadilah Penjaga Waktu"
Posted by
evimarlina_bintangfajar
Labels:
My Daily Notes
Bismillah...
Alhamdulillah ya Allah, malam ini aku bisa mengetik di sini. Aku bersyukur bisa meluapkan semua yang kurasakan dengan berbagi di ruang ini. Itu adalah hal yang menyenangkan. Setelah 2 hari lalu yang sangat membutuhkan perhatianku secara lebih. Pada akhirnya aku memutuskan untuk memiliki sebuah alat musik bernama "Biola." Alhamdulillah, aku ingin mahir memainkan alat musik itu. Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin mengisi disela-sela waktu kesibukanku dengan bermain biola dan menghafal aA-qur'an. Itu saja. Adapun kesukaan menulis bagiku itu sudah seperti sebuah kebutuhan makan nasi.
Yang menjadi catatan. Seharusnya aku menomor satukan membaca atau memurajaah hafalanku menjadi bagian yang penting dan nomor satu. Namun melihat kondisi waktuku yang sangat tidak menentu ini, aku sungguh megalami hal yang ku katakan "kurang fokus" dalam hal ini. Hanya dengan memanfaatkan waktu subuh aku bisa menambah hafalanku barang beberapa baris ayat, sementara setiap malam sabtu hingga sabtu siang itu adalah waktu yang benar-benar aku optimalkan untuk fokus menghafal dan menyetorkannya pada ustadzah. Selebihnya, waktuku benar-benar dipenuhi dengan kegiatan mengajar, inovasi di galery, mengisi agenda LDK, mengisi undangan seminar-seminar, diskusi dengan pak dede, mengurus surat-surat beasiswa, pergi ke jebak, memenuhi undangan EXPO, dan menulis, atau juga terkadang lebih banyak bermain facebook :D...
Friday, May 25, 2012
ya Allah "Demi2"
Posted by
evimarlina_bintangfajar
Labels:
My Daily Notes
Ya Allah...
Aku ingin mencetak anak yang istimewa dalam hal menghafal Al-Qur'an...
Ya Allah...
Aku ingin kelak anakku istimewa dalam hal menghafal Al-Qur'an...
Ya Allah...
Aku ingin mencetak anak yang istimewa dalam hal menghafal Al-Qur'an...
Bismillah..
Ya Allah deg-degan, belum muraja'ah dengan sempurna
Hari ini tasmi' dengan ustadzah...
Ya Allah...
Bismillah
Thursday, May 24, 2012
Kisah Pemulung # 1 Belajar dari Akbar Kecil
Posted by
evimarlina_bintangfajar
Labels:
My Daily Notes
Hooaaheemm....
masya
Allah sudah ngantuk banget. Alhamdulillah, akhirnya tunai 2 hari dapat
shaum rajab. Senang sekali rasanya ya Allah. Dan kejutan dari Allah hari
ini adalah, aku bisa buka puasa rajab bareng emak dan Bapak. Keduanya
datang ke Jambi. Alhamdulillah untuk hadiah hari ini ya Allah...Sungguh
Engkau Maha Baik dan Pemurah...
Dear Bintang
Hari
ini seharian di galery, alhamdulillah bisa murajaah sebentar terus
banyak bungkus-bungkus produk sambil diskusis iampaijelang ashar. Ba'da
Ashar ngajar anak-anak kampus ma'had IAIN, sampai di sana tak fikir uda
ketinggalan kelas. Tapi rupanya masih sepi. Aku duduk di depan kelas
sambil ngulik-ngulik hp. Dari jauh aku mulai tertarik sebenarnya. Ada sebuah pemandangan yang membuat hatiku berdesir-desir. Seorang pemuda kecil yang sering mengumpulkan aqua botol bekas di sekitar kampus IAIN (Pemulung). Kebetulan anak-anak kampus belum pada datang, aku tidak tahan untuk tidak memanggilnya. Aku memanggil adik kecil itu, untuk mendekat padaku. Ohh...adik kecil sayang...tubuhmu kecil, hitam dan iba sekali aku melihatnya.
Wednesday, May 23, 2012
SEORANG IBU YANG SEKUAT 1000 LELAKI...
Posted by
evimarlina_bintangfajar
Labels:
My Daily Notes
Kisah yang amat menyentuh...biar ndak hilang tak copas di sini...
Di
sebuah masjid di perkampungan Mesir, suatu petang. Seorang ustaz sedang
mengajarkan murid-muridnya membaca Al-Qur’an. Mereka duduk melingkar
& berkelompok. Tiba-tiba, masuk seorang anak kecil yang ingin
menyertai di lingkaran mereka. Usianya kira-kira 9 tahun.
Sebelum
menempatkannya di satu kelompok, ustaz itu ingin tahu kemampuannya.
Dengan senyumnya yang lembut, dia bertanya kepada anak yang baru masuk
tadi, ” ada ayat yang kamu hafal dalam Al-Qur’an?”
“Ya,” jawab anak itu singkat.
” Kalau begitu, cuba bacakan salah satu ayat dari juz ‘Amma?‘ pinta ustaz
Anak
itu mengalunkan beberapa ayat, fasih & betul tajwidnya. Merasa anak
tersebut mempunyai kelebihan, guru itu bertanya lagi,“Adakah kamu hafal
surah Tabaraka?” (Al-Mulk)
“Ya,”
jawabnya lagi, & segera membacanya. Baik & lancar. Ustaz itu
pun kagum dengan kemampuan hafazan si anak kecil itu, meski usianya
lebih muda berbanding murid-muridnya yang ada.
Dia pun cuba bertanya lebih jauh, “kamu hafal surat An-Nahl?”
Ternyata
anak kecil itu menghafalnya dengan sangat lancar, sehingga kekagumannya
semakin bertambah. Lalu ustaz itu pun cuba mengujinya dgn surah-surah
yang lebih panjang.
“Adakah kamu hafaz surat Al-Baqarah?”
Anak
kecil itu kembali mengiyakan dan membacanya tanpa sedikitpun kesalahan.
Dan ustaz itu semakin teruja dengan pertanyaan terakhir, “Anakku,
adakah kamu menghafal Al-Qur’an ?”
“Ya,” jawabnya dengan jujur.
Mendengar jawapan itu, seketika ustaz itu mengucapkan, “Subhanallah wa masyaallah,tabarakkallah”
Setelah
hari itu menjelang maghrib, sebelum ustaz tersebut menamatkan kelas
mengaji, secara khusus dia berpesan kepada murid barunya,” Esok, kalau
kamu datang ke masjid ini, tolong ajak juga ibubapa mu. Ustaz ingin
berkenalan dengannya”.
Esok
harinya, anak kecil itu kembali datang ke masjid. Kali ini dia bersama
ayahnya, seperti pesan ustaz kepadanya. Melihat ayah dari anak tersebut,
si ustaz bertambah kaget kerana gayanya tidak langsung seperti orang
alim, kehormat & pandai.
Belum
sempat dia bertanya, ayah si anak sudah menyapa terlebih dahulu, “Saya
tahu, mungkin ustaz tidak percaya bahawa saya ini adalah ayah dari anak
ini. Tapi rasa hairan anda akan saya jawab, sebenarnya disebalik anak
kecil ini ada seorang ibu yang sekuat seribu lelaki. Dirumah, saya masih
mempunyai 3 anak lagi yang semuanya hafal Al-Qur’an. Anak perempuan
saya yg kecil berusia 4 tahun, dan sekarang sudah menghafal juz Amma”.
“Bagaimana si ibu itu boleh lakukan itu?” tanya si guru tanpa boleh menyembunyikan kekagumannya.”
Ibu
mereka, ketika anak-anak itu sudah pandai bercakap, si ibu membimbing
anak kami menghafal Al-Qur’an dan selalu memotivasi mereka melakukan
itu. Tak pernah berhenti dan tak pernah bosan. Dia selalu katakan kepada
mereka,
“Siapa yang hafal lebih dulu, dialah yang menentukan makan malam ini,
“Siapa yang paling cepat mengulangi hafalannya, dialah yang berhak memilih ke mana kita boleh bersiar – siar nanti”
Itulah
yang selalu dilakukan ibunya, sehingga tercipta semangat bersaing dan
berlumba-lumba antara mereka untuk memperbanyak dan mengulang-ulang
hafalan Al-Qur’an mereka,” jelas si ayah memuji isterinya.
Sebuah
keluarga biasa yang boleh melahirkan anak-anak yang luar biasa. Hanya
seorang ibu yang biasa. Setiap kita dan semua ibubapa tentu bercita-cita
anak-anaknya menjadi generasi yang soleh, cerdas dan membanggakan.
Tetapi tentu perkara itu tidak mudah.
Apatah
lagi membentuk anak-anak itu mencintai & mencintai Al-Qur’an.
Memerlukan perjuangan, perlu kekuatan. Mesti tekun & sabar melawan
rasa letih dan susah tanpa kenal batas. Maka wajar jika si ayah
mengatakan,”Disebalik anak ini ada seorang ibu yang kekuataanya sama
dengan seribu lelaki.”
Ya,
perempuan yang telah melahirkan anak itu memang begitu kuat &
perkasa. Sebab membuat permulaan yang baik untuk kehidupan anak-anak,
adalah tidak mudah. Hanya orang – orang yang punya kemahuan &
motivasi yang boleh melakukannya. Dan tentu modal pertamanya adalah
kesolehan diri. Tidak ada yang lain.
Ibu
si anak cerdas ini, dia adalah lambang seorang perempuan solehah yang
mewariskan kesolehannya ke dalam kehidupan rumah tangganya. Dialah
contoh perempuan yang pernah diwasiatkan Rasulullah saw kepada kaum
lelaki untuk mereka jadikan pendamping hidup diantara sekian banyak
wanita.
Dengan
menangggalkan keutamaan harta, kecantikan & keturunannya, seperti
sabda Rasulullah saw, “Wanita dinikahi kerana 4 perkara : kerana
hartanya, keturunannya. kecantikkannya, & agamanya. Maka pilihlah
wanita yang taat beragama, nescaya engkau beruntung.”(HR.Bukhari &
Muslim).
Perempuan
yang dikenalkan kepada kita dalam cerita diatas, dia sebenarnya tidak
memulakan kerja kerasnya ketika anak-anaknya baru belajar bercakap.
Tidak. Tetapi jauh sebelum itu, tenaganya telah ditumpahkan untuk
mengakrabkan mereka dengan bacaan-bacaan Al-Qur’an semasa mereka masih
janin.
Dalam
keadaan kehamilannya yang berat, ibu ini hampir setiap hari selalu
meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, memperdengarkannya janin yang
ada dirahimnya, dalam keadaan berbaring, duduk/pun bersandar. Perjuangan
itulah yang berat tapi itu pulalah yang kemudian memudahkan lidah
anak-anaknya merangkai kata demi kata dari ayat-ayat Al-Qur’an, saat
mereka sebenarnya baru mulai belajar bicara.
Semoga dari kisah diatas dapat kita ambil pelajaran & menjadikan teladan.
Rujukan dari sebuah majalah TARBAWI ” MENUJU KESOLEHAN PERIBADI & UMAT”
**Subhanallah Subhanallah Subhanallah!
Lebih dekat, dekatlah hati...
Posted by
evimarlina_bintangfajar
Labels:
My Daily Notes
Selamat pagi Bintang...
ya Allah curahkanlah, rahmat Mu kepada kami
jadikanlah Qur'an suci jalan terang hidup kami
...
Tekad kami putra putri santri Rumah Cerdas Qur'ani (edit)
Pegang teguh Qur'an suci mengharap ridho ilahi
Pagi ini Jambi hujan. Syukurlah semalam bangun pukul 04 pagi, rampung sahur bisa ngulik tidur barang 10 menit. Degh-deghan sebenernya. Teringat panggilan ustadzah kemaren sore. Menanyakan kapan aku siap untuk menyetor hafalan. Astaghfirullah, sudah lama aku tidak memberikan setoran terbaru, padahal hafalanku juga belum kokoh. Hari ini besok lupa. kesibukan mondar-mandir membuat lalai. Terimakasih ya Allah, sudah berkenan mengingatkan hamba. Pagi ini memutar lagu hymne TP Qur'an, belajar buat persiapan adik2 di RCQ, dan hatiku berdesir-desir, apa lagi setelah menemukan berita tentang bayi yang lahir dengan memeluk Al-Qur'an...T_T Allahu AKBAR! Maafkan hamba ya Rabb...Banyak lalainya untuk menomor satukan-Mu. Sungguh! Sangat memalukan!
Bismillah...
Sejak kecil, kami baca
Alqur'an pedoman kami
agar tenang jiwa raga
selamat dunia akhirat
Alqur'an pedoman kami
agar tenang jiwa raga
selamat dunia akhirat
Reff
ya Allah curahkanlah, rahmat Mu kepada kami
jadikanlah Qur'an suci jalan terang hidup kami
...
Tekad kami putra putri santri Rumah Cerdas Qur'ani (edit)
Pegang teguh Qur'an suci mengharap ridho ilahi
Subhanallah, Bayi Ini Lahir Membawa Alquran
Posted by
evimarlina_bintangfajar
Labels:
My Daily Notes
Subhanallah, Bayi Ini Lahir Membawa Alquran
REPUBLIKA.CO.ID, NIGERIA -- Allah SWT tak pernah berhenti menunjukkan
kuasa-Nya. Seorang bayi di Nigeria lahir sembari membawa Alquran dari
rahim ibunya. Sejatinya, ibu bayi tersebut beragama Kristen, tapi
pascamelihat mukjizat Allah tersebut, sang ibu dan nenek bayi tersebut
langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan menyatakan diri masuk
Islam.
Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.
Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.
Kelahiran bayi tersebut pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama kepada bayi tersebut. Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.
Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Alquran. Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.
Dalam acara pemberian nama itu, turut hadir ulama setempat, Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Alifathiaquareeb Islamic Society of Nigeria.
Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto bayi tersebut.
Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversi sebagian pihak. Sebagian pihak berkata mustahil, tapi sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan, dimana tak ada yang mustahil bagi-Nya.
Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Seperti diberitakan harian Pmnewsnigeria, Senin (14/5) kemarin, bayi tersebut lahir di 112 Olateju Street, Mushin, Lagos State, Nigeria Barat Daya pada 7 Mei 2012 lalu. Saat keluar dari rahim ibundanya, bayi tersebut membawa sebuah Mushaf kecil di tangannya.
Kikelomo Ilori, nama ibu bayi tersebut. Wanita 32 tahun yang bekerja sebagai seorang ahli kecantikan langsung mengganti namanya menjadi Sherifat ketika masuk Islam. Hal itu diikuti nenek bayi tersebut yang mengganti namanya menjadi nama Islam.
Kelahiran bayi tersebut pun menyedot perhatian para ulama di negara benua hitam tersebut. Para ulama di Nigeria berkumpul untuk memberikan nama kepada bayi tersebut. Setelah menyampaikan ceramah singkat, seorang ulama Nigeria, Ustad Abdul Rahman Olanrewaju Ahmed, memberikan nama kepada bayi tersebut Abdul Wahab Iyanda Aderemi Irawo.
Untuk menghindari syirik dan kesesatan, Ustad Abdul Rahman juga menasihati sang ibu bila bayinya bukanlah seorang nabi, meskipun ia terlahir dari rahimnya sambil memegang Alquran. Menurutnya, kejadian itu merupakan kehendak Allah, untuk mengirim bayi tersebut ke dunia dengan cara yang menakjubkan.
Dalam acara pemberian nama itu, turut hadir ulama setempat, Sheikh Abdulraman Sulaiman Adangba, Ketua Nasrulifathi Society of Nigeria, NASFAT, Ustadz Alhaji Abdullahi Akinbode, dan Dr Ramoni Tijani dari Alifathiaquareeb Islamic Society of Nigeria.
Kelahiran sang bayi pun memberi berkah bagi tetangga sekampung. Pedagang tumpah ruah menjual berbagai souvenir terkait bayi tersebut, mulai dari kaos, tasbih, dan foto bayi tersebut.
Tak heran bila kelahiran bayi tersebut dianggap kontroversi sebagian pihak. Sebagian pihak berkata mustahil, tapi sebagian lainnya menganggap kejadian tersebut adalah kuasa Tuhan, dimana tak ada yang mustahil bagi-Nya.
Bahkan, seorang dokter dipecat gara-gara mengatakan kejadian tersebut adalah hoax alias berita bohong. Padahal saksi, media dan ibunya sendiri menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)
